Up to Date News

Friday, January 21, 2011

Lambatnya pembangunan di Indonesia

Kalau dibiarkan seperti ini terus, Indonesia tidak akan maju dan bahkan tertinggal dari negara asia lainnya. Keadaan yang seperti apa? Banyak sekali jawabannya. Saya akan mencontoh tiga kasus saja.

Pertama, jalan raya
Jalan terus menerus rusak, banyak lubang, kualitas jelek. Ini datang dari banyak faktor, diantaranya: kualitas aspal yang jelek, truk yang kelebihan muatan, pembangunan yang tidak serempak. Aspal berkualitas jelek karena kejar setoran, banyak yang harus disogok, dan banyak pihak yang terlibat. Akhirnya yang dikalahkan adalah kualitas aspalnya. Coba aja, katakan ke saya, jalan mana di Indonesia (luar kota) yang sangat mulus tanpa ada rehab selama 5 tahun! pasti akan ada perbaikan dan ini memboroskan biaya bukan? Truk kelebihan muatan disalahkan? Kenapa tidak membuat jalan dengan aspal super kuat yang diinjak tronton yang kelebihan muatan 100 kali pun, tidak masalah. Sudah tahu beban jalan tinggi, kok ya tega teganya menurunkan kualitas aspal.

Kedua, polisi, parkir, aturan jalan raya, tingkat perkembangan motor dan mobil
Sekarang ini makin banyak orang yang bersalah yang saya temui tapi tidak ada tindakan apa apa. Makin rusak bukan? Yang ditindak adalah yang apes. Kasian sekali. Aturan di jalan yang kacau, tidak ada tenggang rasa, dan pengguna motor terutama, yang makin banyak. Ini seolah olah ga dilihat oleh pemerintah. Maklum saja, banyak penjualan, banyak juga pemasukan. Ini kan namannya kasus yang muter. Serba salah.

Ketiga, penghasilan yang sangat tidak merata
Ada yang punya penghasilan super besar tapi ada juga yang punya penghasilan super minim, padahal sama sama menjadi pekerja dengan wadah yang sama. Contoh: gaji pegawai depkeu dan gaji pegawai deptrans. Gaji pertamina dan gaji guru. Sangat beda bukan? nah ini salah dimana? Makin kesini kok jadi makin kacau. Parah.

0 comments:

Post a Comment



 
^

Powered by Blogger blogger addicted por UsuárioCompulsivo
original Washed Denim por Darren Delaye
original content by OmAlbari as admin
Creative Commons License