Tuesday, December 23, 2008

berbicara serius dengan sensei dalam pesta akhir tahun

setelah ditunggu sekian lama oleh para mahasiswa,
akhirnya bonenkai atau pesta akhir tahun ditetapkan tanggal 22.
dan itu adalah tadi malam. kami berangkat jam setengah enam
dan kembali ke rumah tepat ditengah malam.

hawa dingin semakin menusuk tulang,
karena memang akhir bulan ini, suhu mulai merangkak turun.
tapi hal itu malah jadi tantangan untuk pergi ke bonenkai
karena disana bisa minum yang anget anget.

yang laki laki pake jaket tebal dan yang perempuan juga.
tapi mereka masih pake rok pendek ala sailormoon.
heran, kenapa cewek nggak merasa dingin ya.

mulailah perayaan akhir tahun dengan kampai,
ya! itu adalah toss ala jepang.
semua memegang sampanye atau bir atau sake.
aku pilih sake aja, wakakak.

kalau dipikir, rasa sake itu sama dengan rasa air tape.
manis dan bikin badan hangat memang.
tapi sake menyebabkan bau mulut nggak enak banget.

satu demi satu makanan dihidangkan
mulai dari makanan pembuka, berupa salada dengan mayonaise nya
hingga makanan penutup berupa pudding.
makanan inti, banyak macamnya diantaranya, sasimi,
bakso ayam (ala jepang), martabak jepang, bihun goreng, nasi goreng.
lha kok semua kayak indonesia? iya, betul, tapi makanan itu dipoles ala jepang.
tentu beda banget rasanya.

ditengah tengah pesta, tiba tiba pak guru mendatangiku
dan kelihatan akan mengajak ngomong.
oke deh, kuladeni aja, dalam keadaan mabuk beliau bicara beberapa hal penting:

1. masalah kewajiban sekolah.
berkali kali beliau menekankan untuk segera dan segera menulis paper untuk publikasi. yap betul, kami diwajibkan untuk menulis di jurnal internasional. tentunya untuk menulis paper di jurnal internasional, butuh data yang banyak dan bagus. nah ini dia yang kadang bikin nggak bisa bobok.

2. masalah keluarga.
selama studi sampai saat ini, keluargaku belum bersamaku. hal ini karena aku punya bayi yang masih berumur sebulan pada saat aku dulu berangkat ke jepang. beliau mengatakan bahwa perlu berpikir berulang kali untuk bawa keluarga, karena bawa keluarga juga nantinya akan menyita waktu dan pikiran juga. sedangkan pekerjaan sekolah juga sudah menyita pikiran. katanya lagi, kamu sabar dikit untuk belajar dan kalau kewajiban sudah selesai, yaitu kewajiban publikasi dua buah, kamu bisa berpikir untuk bawa keluarga. hmm kapan itu ya.

kalau melihat teman teman, pemikiran bawa keluarga, terlihat berbeda beda.
ada yang setelah enam bulan bawa keluarga,
tapi ada juga yang tidak bawa keluarga sama sekali.

kadang kalau bicara sesama teman, aku selalu ditanya kapan bawa keluarga?
pertanyaan ini, sama sebelnya ketika aku dulu ditanya kapan nikahnya?
trus setelah nikah, ditanya kapan berencana punya momongan.
yap betul, semua teman selalu peduli satu dengan lainnya.

aku masih berpikir untuk hal ini.
gimana keputusannya ya.

0 comments:

Post a Comment



 
^

Powered by Blogger blogger addicted por UsuárioCompulsivo
original Washed Denim por Darren Delaye
original content by OmAlbari as admin
Creative Commons License