Friday, July 12, 2019

Ya memang tidak nyampai, bagaimana lagi

Kalau sudah tidak bisa nyampai, ya begitulah. Mau bagaimana lagi, terus jalan saja. Hanya saja sayang, mengapa kok tidak mau belajar.

Ternyata belajar adalah passion. Kalau sudah tidak mau, ya memang susah. Inilah yang menyebabkan kita akhirnya berbeda-beda.

Budaya memikirkan diri sendiri nampaknya sejak jaman kerajaan

Hingga sekarang, dan itu terbukti.

Dulu kita diadu dengan baik-baikan pada panjajah. Yang dinilai baik dan membantu, bakal tidak dipersulit dan tidak diancam. Hingga akhirnya sadar yang melahirkan apa yang namanya proklamasi.

Pintar tapi kenapa kurang pinter?

Apa ya tidak sadar ya mereka bahwa sekarang sedang diadu. Yang punya uang banyak, dialah yang menang. Lalu tidak berupaya untuk nengok belakang dan dibiarkan tertinggal.

Ditambah lagi, masing-masing ekor bersusah payah untuk menjadi paha, dada, yang kapan sampainya, entahlah.

Mestinya kira sepakat untuk tidak jebol sampai luar melainkan sistem satu pintu yang sepenuhnya diatur oleh diri kita sendiri. Pihak lain pasti akan mengikutinya. Namun ini yang terjadi, para ekor ini berupaya menjadi dada dengan cara spesifik tak terkendali.

Wednesday, June 19, 2019

Ini punyaku

Nampaknya ada yang bangga kayak anak kecil yang ngaku bahwa ini punyaku. Lucu.. Eksistensi dan dominasi.

Saturday, June 15, 2019

Wajah tidak akan mungkin menipu

Dari awal sekilas ada sesuatu yang hilang. Ketika didekati kayak ada sesuatu yang harus dijauhi. Dan nampaknya betul juga. Hanya janji saja. Sudah lupa kalau tidak jumpa.



 
^

Powered by Blogger blogger addicted por UsuárioCompulsivo
original Washed Denim por Darren Delaye
original content by OmAlbari as admin
Creative Commons License